Minggu, 16 Maret 2014

BERBURU BEASISWA KOREA

Edit Posted by with 7 comments
 Jangan terlalu berharap lebih dari postingan ini. Disini saya tidak membahas sama sekali tentang KGSP, NIIED, KOICA, DIKTI dan jenis full scholarship lainnya. Disini saya mau bahas tentang beasiswa atau potongan harga lebih tepatnya, untuk beberapa universitas yang ada di Korea. 

Jadi seperti postingan sebelumnya yang membahas tentang liburan di Korea, semenjak saat itu saya jadi semangat banget untuk bisa kuliah di Korea. Sepulangnya dari Korea langsung gencar cari informasi tentang kuliah disana, browsing sana sini, tanya sana sini. Sampe akhirnya dikabarin sama teman saya kalo disekolahnya sempet ada edufair dan ada yayasan untuk Universitas Korea.

Singkat cerita saya mendatangi salah satu yayasan pendidikan korea yang berkantor di Plaza Menara Hijau di kawasan Cawang. Disini saya tidak mau bahas tentang nama yayasan itu, karena mungkin pendapat saya kurang baik tentang yayasan itu. Jadi saya datang ke kantornya dan menanyakan informasi tentang kuliah di Korea. Yayasan tersebut bekerja sama dengan 5 universitas yaitu Yonsei University, Myongji University, Kyunghee University, Dong A University dan Pukyong National University (PKNU). Sistem beasiswanya yaitu 40% untuk setiap semester. Untuk dapetin beasiswa ini kita harus tes di yayasan tersebut, setelah lolos dan disahkan sama head office nya (orang Korea langsung) otomatis kita diterima di 5 universitas tersebut dan kita bebas memilih mau universitas yang mana. 

Akhinya saya memutuskan untuk tes, tesnya berupa tertulis PG 40 soal 30 menit dan interview langsung sama head office nya. Dan ternyata saya lolos. Itu tandanya saya sudah diterima di 5 universitas tersebut dengan beasiswa awal 40%. Setelah diterima kita diharuskan membayar sebesar 10 juta sebagai biaya administrasi, itu paling lambat dibayarkan seminggu setelah pengumuman kelulusan. Setelah itu kita harus membayar pembayaran kedua sebesar 1000 USD itu dibulan Juni untuk tiket pesawat, student visa, akomodasi sampai kampus. Untuk bisa kuliah di Korea itu kita diwajibkan untuk bisa berbahasa Korea, dibuktikan dengan lulus Topik sampai level 3. Topik itu semacam Toeflnya Korea. Jadi nanti pihak yayasan ini memfasilitasi belajar bahasa secara intensif setiap senin-kamis selama 2,5 jam, untuk biayanya sendiri 15 juta. Lamanya proses belajar ini tidak ditentukan berapa bulannya, yang pasti setelah kita dinyatakan lulus dan sudah membayar fee pertama yang 10 juta itu kita langsung bisa mulai belajar bahasa. 

Saya langsung berdiskusi dengan orang tua baiknya seperti apa, keputusan apa yang harus diambil. Orang tua masih kurang yakin ambil beasiswa ini karena saya sendiri anak tunggal jadi mereka berat melepas saya pergi jauh (ceileh) dan juga dengan kebenaran dari yayasan ini. Akhirnya kita sekeluarga konsultasi ke salah satu teman ayah yang dulu pernah ambil S2 di Korea. Beliau sangat menyarankan sekali untuk saya kuliah di Korea, karena pendidikan disana bagus, kemudian Korea sendiri merupakan negara yang aman, cari pekerjaan dikedepannya mudah dan pastinya banyak mahasiswa Indonesia jadi saya tidak akan merasakan sendiri atau kesepian. Tapi beliau menyarankan untuk menyelidiki dulu apakah yayasan ini qualified apa tidak dan katanya akan coba bertanya ke sesama temannya yang dulu kuliah di Korea. Besoknya beliau mengabarkan kalau tidak ada satupun dari temannya yang mengetahui tentang yayasan ini. Akhirnya orang tua saya pun panik dan meminta saya untuk benar-benar memastikan dan mencari info lagi tentang yayasan ini.

Kemudian saya buka Facebook mereka disitu ada foto dari keberangkatan sebelumnya. Ada beberapa siswa yang sudah berangkat ke Korea melalui yayasan mereka. Untungnya ada salah satu foto yang men-tag nama pesertanya. Saat itu juga langsung saya add dan kirim pesan ke dia perihal yayasan ini. Singkat cerita dia bilang memang dia berangkat ke korea melalui yayasan ini. Dia ambil beasiswa itu untuk pendidikan bahasa korea dulu baru nantinya dilanjutkan dengan S1 disana. Dan katanya dia sedikit kecewa, pada awalnya dia dijanjikan untuk tinggal di Seoul dan ternyata bukan, kemudian jurusan yang dia mau ternyata tidak ada dikampus itu (saya tidak paham kenapa ini bisa terjadi, apa dia tidak browsing dulu atau gimana) dan yang paling penting yaitu dia mendapatkan beasiswa hanya untuk semester pertama saja. Akhirnya dia hanya belajar korea sampai level 3 disana, pada level 4 nya dia pindah ke universitas lain dan akhirnya cari beasiswa sendiri.

Dari sini bisa dinilai bahwa sebenernya yayasan ini benar adanya, bukan penipu juga, dia memang benar memberangkatkan kita ke Korea dan memasukan kita di salah satu universitas yang bekerja sama dengan dia. Tapi dari sini terlihat bahwa dia hanyalah agen penyalur saja, istilah kasarnya calo. Dia membuka jalan untuk kita bisa kuliah di Korea tapi selepas itu dia lepas tangan atau tidak bertanggung jawab lagi dengan kita. Dan tentunya hal ini yang membuat orang tua saya khawatir. Tinggal di negara orang yang jauh, gak ada yang bisa jagain kita, gak ada yang mengawasi atau bertanggung jawab dengan sekolahnya kita disana. Kalau disana ada apa-apa siapa yang mau bertanggung jawab, kan tidak ada. Karena dari pihak yayasan pun mereka sudah melepas atau sudah tidak mengurusi lagi. Dari situ saya memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan ini dan akhirnya mencari yayasan lainnya.

Postingan selanjutnya akan saya ceritakan pengalaman saya dengan Yayasan Kyungsung Indonesia. Sekian dulu. 

Jumat, 24 Januari 2014

TRIP TO KOREA (PART 3)

Edit Posted by with No comments


Day 7 (16 januari 2014)
Gak terasa tinggal 2 hari lagi menghabiskan waktu di Korea. Why time flies so fast. Hari ini tujuan utamanya belanja. Paginya sebelum belanja kita sempetin ke Gwanghwamun lagi karena waktu itu malam hari kesininya dan ingin rasain ke sini pada siang hari. Gak sempet masuk ke Gyongbokgung Palace karena siapin fisik buat belanja. Sempet foto-foto juga di Cheonggyeocheon Stream.











Kita lanjutin perjalan ke Myeongdong. Lumayan banyak outlet yang diskon. Sempet beli sweater tebel Cuma dengan 10.0000 won. Mampir juga di Everysing yang nyatu dengan Spao. Goodies SJ gak gitu banyak, mungkin karena lagi gak comeback juga sih. Mostly isinya EXO doang. 

Gak kerasa sudah jam 18.30 dan kita berencana ke Namdaemun. Sebenarnya ada salah pertimbangan. Semestinya kita ke Namdaemun market dulu baru ke Myeongdong karena Namdaemun tutup jam 5 sore sedangkan Myeongdong sampai malam. Tapi untunglah hasil bolak balik sana sini masih nemu juga toko yang buka. Dan baliknya sempetin makan dulu di restoran kecil karena udara lagi dingin banget, entah itu minus berapa. Dan cara menghangatkan badan yaitu dengan makan.






Day 8 (17 januari 2014) – The last day
Berhubung ini hari terakhir di Korea rasanya pengen banget mengabdi sama oppa. Hari ini pokonya spesial hanya buat oppa tersayang. Jalan dari hostel jam 10 pagi kita langsung menuju ke Kona Beans (coffe shop punyanya Leeteuk, Kyuhyun dan Sungmin). Ketika kita sampai disana ternyata ibunya Sungmin juga baru sampai, baru banget turun dari mobil. Kita langsung pesen kopi, duduk sambil siapin mental untuk menyapa ibunya Sungmin. Eh gak di sangka ibunya Sungmin malah nyamperin kita. Mungkin karena beliau liat kita dari tadi gelisah atau gimana, langsung disamperin dan disapa. Dan Ya Allah beliau itu baiiiiikkkkk banget. Ceria gitulah. Kita kasih bingkisan ke beliau dan ada beberapa titipan untuk Kyuhyun dan Leeteuk. Kita akhirnya foto bareng sama beliau. Dan tau apa? Gw dipeluk gitu sama beliau. Jadi pas foto berdua itu tangan kanannya meluk punggung gw dan tangan kirinya megang lengan kiri gw. Ya Allah mau nangiiiisss. Terus setelah omma bawa bingkisannya kedalam, iseng foto sama bantalnya Sungmin. Eh omma malah samperin lagi. Dan nawarin diri buat dia yang fotoin. Ya Allah omma kenapa harus baik banget gini. Pokonya mulai saat itu sampai detik ini aku jadi fans setianya beliau. Fans Sungmin omma garis keras.

 




 Foto ini diambil sambil diliatin sama omma. Ya caper aja gitu maksudnya, foto sama bantal anaknya hahahaha

Foto ini yang fotoin OMMA!!! jadi setelah foto sendiri sama bantalnya Sungmin, beliau langsung nawarin diri buat fotoin kita berdua. Ya Allah omma mau nangiiiissss
The best moment banget ini dipeluk sama beliau. Beliau ramah banget.

Setelah dari Kona gw sama Ara pisah. Dia ke Myeongdong dan gw balik lagi ke Namdaemun, semacam penasaran Namdaemun di siang hari tu kaya apa sih. Jadi disini gak Cuma jual souvenir tapi mereka jual kebutuhan sehari-hari terutama di bagian pasarnya (ada gedung khususnya gitu). Karena banyak orang Indonesia dan Malaysia yang belanja disini rata-rata mereka bisa bahasa Indonesia untuk sekedar jual beli. Jadi mereka paham angka dengan bahasa Indonesia, bahkan ada yang “aku cinta kamu” “kakak ayo kakak”. Macam di ITC pokonya. 

Gw dan Ara janjian di Whystyle Yesung jam 6 sore dan kita langsung menuju Mobit. Karena tadi siang berhasil foto bareng sama Sungmin omma semacam terobsesi untuk foto bareng juga sama Yesung omma. Mumpung ini malam terakhir di Korea jadi harus bener-bener maksimal dan dimanfaatkan. Belum terlalu malam sesampainya di mobit, masih sekitar jam 7 malam jadi Mobit pun penuh dan omma lagi sibuk. Daripada nanti minta foto bareng terus ditolak sama omma karena beliau sibuk, mending ditunda foto barengnya. 



Akhirnya gw sendirian ke Grill5 dan Ara tetep nunggu di Mobit. Sesampainya di Grill5 disambut sama Donghwa oppa dengan tampannya di meja kasir. Gw pribadi bawa sedikit bingkisan buat Donghae’s family dan rencananya mau kasih itu semua ke Donghwa Cuma waktunya kaya kurang tepat karena oppa lagi sibuk banget. Dan setengah jam kemudia oppa malah pergi entah kemana, gw dalam hati Cuma bisa meringis “oppa mau kemanaaa, ini kadonya belum dikasih”. Akhirnya nungguin oppa di Grill5 sampai 22.30 tapi oppa gak kunjung balik akhirnya nyerah dan titipin semua bingkisan ke pegawai yang kerja di Grill5.

Dan gw balik lagi ke Mobit dengan tekad yang kuat harus banget foto bareng sama Yesung omma. Sesampainya di Mobit langsung lepas coat dan bersiap menemui omma. Eh ternyata omma lagi ngobrol sama beberapa K-ELF kayaknya emang udah deket banget gitu dan appa tetap lagi ngelap-ngelap meja haha. Setelah serombongan K-ELF itu pulang gw langsung samperin omma, kasih bingkisan sambil dijelasin ini apa ini apa lol. Maluuuu. Akhirnya beraniin bilang “omma, can we take picture together?” “ah ye” kata omma sambil senyum. Ah yes, finallyyyyy. Dan pada saat foto bareng itu ada Jongjin dibelakang, dia kepo gitu ngeliatin terus masuk kedalam (kata Ara hahaha).



Setelah dari Mobit itu dengan suasana hati yang senang kita balik ke hostel dan mumpung ini malam terakhir kita sempetin jajan pinggir jalan di Hongdae dan balik ke hostel bersiap packing untuk kembali ke Jakarta.

Ini beberapa foto makanan pinggir jalan Korea.
 Ini kentang goreng harganya 2000 won di Myeongdong



 Ini street foodnya. Topoki 2500 won, odeng bervariasi tapi nyari yang 500 won setusuk, twigm 2500 won untuk 6 gorengan dan kimbap kecil 2500 untuk 6 biji.


REVIEW


Untuk ke Korea 9 hari 7 malam gw pribadi ngabisin uang sekitar 13 juta untuk pesawat, visa, hostel, makan dan sedikit belanja. Dengan tambahan 200USD buat cadangan. Sebelum trip ini juga sempet beli coat dan kebutuhan winter lainnya beserta printal printil gak penting sekitar 1 juta. Total 14 juta rupiah + 200USD.
Sebenernya dengan bawa uang 500rb won gw bisa hidup enak selama di Korea. Setiap hari makan enak, sehari makan 2kali diluar, dan itu selalu makan enak bukan makan gembel. Masih sempet juga beberapa kali ngopi-ngopi. Jadi sebenernya Korea itu gak semahal yang dibayangkan. Dia gak semahal Jepang walau kalau di bandingin sama Indonesia ya mahal juga. Inti dari traveling ini adalah kitalah yang mengatur uang bukan uang yang mengatur kita. Selalu ada kata cukup kalau kita mau mencukupinya.

Insya Allah dan kalau memang Allah mengijinkan, rencananya next time kalau ke Korea lagi mau sekalian buka tour, mau bawa orang gitu. Dan bertekad banget, bismillah, harus lebih bisa lagi bahasa Koreanya. Pengen banget gitu sekedar cerita dan sharing dengan ibunya member SJ terutama Sungmin omma. Lain kali harus bawa kado yang banyak buat beliau. I love you omoni.

Segini dulu postingan tentang Korea Tripnya, next time mungkin bakal share lebih detail masalah budget dan pengalaman “Korea-korean” lainnya. Pengen banget sharing pengalaman nginep di venue konser waktu SS5 Jakarta, just wait i will share it as soon as i can. Annyeong ^^ Donghae’s yeoja chingu pamit undur... bye....